Bagaimana caranya bila kami ingin melakukan kerjasama kegiatan dengan LPMP?
Pemohon dapat mengajukan surat permohonan layanan kemitraan / permintaan fasilitasi kegiatan PMP secara resmi kepada Kepala LPMP. Surat permohonan akan segera ditindaklanjuti ke seksi Fasilitasi Peningkatan Mutu Pendidikan. Jawaban surat permohonan dapat diterima pemohon selambat-lambatnya 5 hari sejak surat permohonan diterima LPMP.  Atau, pemohon dapat datang langsung ke LPMP untuk konsultasi ke bagian Unit Layanan Terpadu.

Apa yang harus kami lakukan bila kami/guru membutuhkan narasumber dari LPMP?
Pemohon dapat mengajukan surat permohonan layanan kemitraan / permintaan fasilitasi kegiatan PMP secara resmi kepada Kepala LPMP. Surat permohonan akan segera ditindaklanjuti ke seksi Fasilitasi Peningkatan Mutu Pendidikan. Jawaban surat permohonan dapat diterima pemohon selambat-lambatnya 5 hari sejak surat permohonan diterima LPMP. 

Apa saja syarat-syarat untuk mengikuti diklat Calon Kepala Sekolah ?
PPCKS (Program Penyiapan Calon Kepala Sekolah) merupakan kegiatan diklat yang disupervisi oleh LPPKS (Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah) dan  dilaksanakan di LPD (Lembaga Penyelenggara Diklat) yang telah memandatangani MoU dengan LPPKS. Di Provinsi Lampung, LPMP merupakan satu-satunya LPD legal.
Syarat mengikuti PPCKS terdapat di Permendikbud No 6 tahun 2018

Apa saja syarat-syarat untuk mengikuti diklat Calon Pengawas Sekolah ?
PPCPS (Program Penyiapan Calon Pengawas Sekolah) merupakan kegiatan diklat yang disupervisi oleh Direktorat Guru Tenaga Kependidikan melalui LPPKS (Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah) dan dilaksanakan di LPD (Lembaga Penyelenggara Diklat) yang telah memandatangani MoU dengan LPPKS. Di Provinsi Lampung, LPMP merupakan satu-satunya LPD legal.
Syarat mengikuti PPCPS dapat dilihat pada Panduan Pelaksanaan Diklat Calon Pengawas Sekolah tahun 2017

Saya sudah mengikuti diklat kepala sekolah di LPMP tahun 2017,  tapi belum  mendapatkan sertifikat kepala sekolah / NUKS.  Apa yang harus kami lakukan?
Seluruh peserta yang telah selesai mengikuti PPCKS (Program Penyiapan Calon Kepala Sekolah), terhitung sejak tahun 2017 sampai sekarang, dan telah mendapat sertifikat telah mengikuti pelatihan (STTPL) yang diterbitkan LPMP,  berhak mendapatkan Sertifikat Kepala Sekolah / NUKS yang diterbitkan resmi oleh LPPKS.  Peserta yang belum menerimanya, dapat bertanya melalui layanan informasi Unit Layanan Terpadu, atau datang langsung  untuk mengambil sertifikat.

Saya sudah mengikuti diklat pengawas sekolah di LPMP tahun 2017, tapi belum mendapatkan sertifikat pengawas sekolah / NUPS.  Apa yang harus kami lakukan?
Seluruh peserta yang telah selesai mengikuti PPCPS (Program Penyiapan Calon Pengawas Sekolah) terhitung sejak tahun 2017 sampai sekarang, dan telah mendapat sertifikat telah mengikuti pelatihan (STTPL) yang diterbitkan LPMP,  sudah diusulkan untuk mendapatkan Sertifikat Pengawas Sekolah yang diterbitkan resmi oleh Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan melalui LPPKS. LPMP masih menunggu proses verifikasi yang dilaksanakan oleh LPPKS.

Saya sudah mengikuti diklat kepala sekolah di LPMP sebelum tahun 2017, dan belum  mendapatkan sertifikat kepala sekolah / NUKS.  Apa yang harus kami lakukan?
Seluruh peserta yang telah selesai mengikuti PPCKS (Program Penyiapan Calon Kepala Sekolah), terhitung sejak sebelum 2017, dan telah mendapat sertifikat telah mengikuti pelatihan (STTPL) yang diterbitkan LPMP, ada 2 alternatif yang disediakan LPPKS sebagai lembaga resmi yang mensupervisi PPCKS. Pertama; akan dilaksanakan proses verifikasi sertifikat Calon Kepala Sekolah di bawah tahun 2017. Kedua ; bagi peserta yang sudah berstatus keapal sekolah direkomendasikan untuk mengikuti Penguatan Kepala Sekolah.

Saya sudah menjadi pengawas sejak sebelum tahun 2018, tapi saya belum memiliki sertifikat (kompetensi) pengawas.  Apakah saya harus mengikuti Penguatan Pengawas?
Saat ini Diklat Penguatan Pengawas telah selesai dilaksanakan pada akhir Desember 2018. Jadi, wajib mengikuti Diklat Calon Pengawas kembali.

Pengawas yang bagaimana yang perlu mengikuti Penguatan Pengawas?
Saat ini Diklat Penguatan Pengawas telah selesai dilaksanakan pada akhir Desember 2018. Penguatan Pengawas diperuntukkan bagi Pengawas yang diangkat selambat-lambatnya sebelum bulan Juli tahun 2017. Bagi pengawas yang diangkat sesudah bulan Juli tahun 2017 dan belum memiliki sertifikat (kompetensi) pengawas, wajib mengikuti Diklat Calon Pengawas.

Apakah Penguatan Kepala Sekolah itu?
Penguatan Kepala Sekolah adalah program pemutihan sertifikasi kepala sekolah bagi kepala sekolah dalam jabatan per 9 April 2018.  Baik kepala sekolah yang sudah mengikuti PPCKS atau belum mengikuti PPCKS dan belum mendapatkan sertifikat/ NUKS.

Apakah syarat untuk mengikuti Penguatan Kepala Sekolah itu?
Sudah menjadi Kepala Sekolah per April 2018.

Saya sudah mengikuti Penguatan Kepala Sekolah tahun 2016, apakah saya harus mengikuti program Penguatan Kepala sekolah lagi untuk mendapat NUKS?
Ya

Apakah perbedaan Penguatan Kepala Sekolah sebelum tahun 2018 dengan Penguatan Kepala Sekolah setelah tahun 2018?
Diklat Penguatan Kepala Sekolah yang dilaksanakan oleh institusi mana pun sebelum tahun 2018 bertujuan untuk meningkatkan Kompetensi Kepala Sekolah. Penguatan Kepala Sekolah setelah tahun 2018 dilaksanakan hanya oleh LPD legal, dan bertujuan untuk  pemutihan sertifikasi kepala sekolah bagi kepala sekolah dalam jabatan per 9 April 2018.

Apakah bedanya program Sekolah Model, Sekolah Induk Zona, Sekolah Zonasi, Sekolah Bermutu, dan Sekolah Rintisan Zonasi?
Sekolah Model merupakan sekolah yang dijadikan model dalam penerapan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) secara mandiri. Informasi lebih lanjut tentang sekolah model dapat dibaca di Permendikbud No 28 tahun 2016. Program ini diperuntukkan untuk semua jenjang.
Sekolah Induk Zona adalah sekolah yang dijadikan rujukan sekolah per kabupaten untuk pelaksanaan Best Practice Pembelajaran/Akademis. Program ini diperuntukkan untuk jenjang SD. Untuk Jenjang SMP istilah yang digunakan adalah Sekolah Bermutu. Untuk Jenjang SMA istilah yang digunakan adalah Sekolah Zonasi. Untuk Jenjang SMK istilah yang digunakan adalah Sekolah Rintisan Zonasi.